Dear ayah..

Bookmark and Share


oleh Indra Kusuma Almachzumi pada 6 Juni 2012 pukul 15:00 ·

Ayah, mendengar namamu disebut, hatiku berdesir.
Serta merta sosokmu muncul memenuhi benak.
Terbayang jelas semua jasamu di pelupuk mata.
Terukir terang semua kebaikanmu dalam hati.

Ayah, mengingat semua salahku padamu, hatiku bergejolak.
Tiba-tiba mataku memanas.
Hatiku pedih tak berperi.
Aku merasa tak tahu diri hingga membiarkan engkau terluka.

Ayah, betapa ingin aku membahagiakanmu.
Aku selalu ingin melihatmu tersenyum.
Namun semua itu tak bisa terwujud
Setelah engkau kembali kepada sang pencipta
Meninggalkan aku yang saat itu belum mengerti apa-apa

Belum mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya
Belum mengerti akan indahnya dicintai dan mencintai
Belum mengerti bagaimana rasanya pajit pedih engkau
Memeras setetes keringat demi sesuap nasi untukku

Ayah, maafkan aku atas semua salah dan khilafku.
Maafkan semua kebodohan dan kelancanganku.
Maafkan aku karena belum bisa membahagiakanmu.
Maafkan aku karena belum bisa menjadi kebanggaanmu.

Ayah, kumohon jangan bersedih karena aku.
Kumohon jangan terlalu mengkhawatirkaku.
Tak apa jika aku harus bersedih asal engkau jangan.
Biarlah aku menanggung kesedihan ini sendirian.

Ayah, membahagiakanmu adalah salah satu impianku.
Aku akan selalu berupaya mewujudkannya dengan tanganku.
Aku akan berjuang sekuat tenaga untuk meraihnya.
Jadi ayah, izinkan aku membalas jasamu meski hanya secuil saja.

Ayah, terima kasih telah mendidik dan membesarkanku.
Terima kasih atas kebaikanmu selama ini.
Aku sangat bahagia karena telah terlahir sebagai putrimu.
Sungguh aku beruntung menjadi putrimu.

Ayah, semoga Allah selalu bersamamu, menjagamu, dan melindungimu.
Semoga Allah membalas semua kebaikanmu.
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan rejeki yang berkah padamu.
Semoga Allah meng-istiqomahkan engkau di jalan-Nya.
Semoga nanti kita bisa berkumpul kembali di jannah-Nya.
Amin.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar