Laga Kandang Terakhir Terancam Tak Digelar

Bookmark and Share
Ancaman mogok bertanding yang dilontarkan para pemain PSM, berimbas pada laga kandang terakhir menjamu Bontang FC di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Sabtu, 23 Juni mendatang. Laga itu terancam tak digelar.

Pertandingan penutup kompetisi Indonesian Premier League (IPL) di kandang itu, memang berpotensi tak lagi dihelat. Sebab, tim lawan Bontang FC juga sudah menyatakan tidak akan bertanding di Makassar. Para pemain tim Bukit Tursina sudah menyatakan mogok bertanding di IPL.


Hal itu dilakukan, karena pemain Bontang FC yang sudah mogok karena lima bulan gajinya tidak dibayar. "Para pemain Bontang sepertinya memutuskan tak berangkat ke Makassar melawan PSM," ujar Lena, salah seorang pengurus Bontang FC, kemarin.

Senada dengan para pemain PSM. Menurut Kapten Pasukan Ramang, Andi Oddang, kesepakatan para pemain bukan hanya mogok berlatih tetapi juga bertanding. Sebab, gaji selama tiga bulan belum dibayar konsorsium.

"Kami bisa saja mogok bertanding kalau gaji tiga belum belum juga dibayarkan. Ini sudah kesepakatan kami bersama teman-teman," tegas Oddang. 

Tetapi, CEO PSM, Rully Habibie merasa yakin pemain tidak akan mogok bertanding karena sisa dua pertandingan saja yang harus diselesaikan. Rully pun meminta pemain tetap bertanding dan apapun hasilnya diterima saja.

"Sebuah perubahan memang membutuhkan pengorbanan, dan apa yang terjadi saat ini diluar kondisi yang dibayangkan dan kita perkirakan. Semoga pertandingan terakhir nanti banyak penonton. Karena tiket penonton merupakan tabungan kita. Bantulah PSM dengan membeli tiket. Kita punya komitmen sama selesaikan kompetisi dengan baik," katanya.

Arsitek PSM, Petar Segrt mengaku tak dapat mengatakan apa-apa lagi. Dia mengaku masih kecewa dengan situasi saat ini. Sebagai pelatih, dia sebenarnya sudah berupaya pemainnya tidak mogok berlatih dan bertanding.

"Tetapi, sangat sulit memang bagi pemain tiga bulan tanpa gaji. Ini masalah besar buat kita semua. Intinya, saya sangat kecewa dengan keadaan yang menimpa PSM ini," ujar Petar.

Jika pemain benar-benar mogok bertanding, maka sebuah kerugian besar bagi Pasukan Ramang. Apalagi, posisi PSM di tiga besar sangat rawan tergeser oleh tim lain lantaran perbedaan nilai yang sangat tipis.

http://www.fajar.co.id/

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar